Fenomena Kangen Band sangat menggemparkan dunia ini. Penjualan album mereka tergolong tinggi di Indonesia. Apakah hal ini akan membuat mereka untuk mencoba go-international? Penjualan album mereka yang tinggi itu mencerminkan banyaknya fans mereka di Nusantara. Salah satu fans mereka yang terbanyak berasal dari Propinsi Sumatera Barat.
Dulu sewaktu saya di sana, di daerah tempat tinggal saya dan sekitarnya fans kangen band sangat banyak. Menurut estimasi saya kira-kira sekitar 80% populasi di tempat saya berdomisili tersebut adalah fans berat Kangen Band. Saya tidak tahu bagaimana di daerah lainnya di Sumbar itu. Namun, menurut perkiraan saya pastilah juga banyak.
Tapi, sayangnya saya tidak termasuk di dalam 80% tersebut. Saya termasuk di sisanya yang 20% itu. Benar, saya tidak pernah menyukai apalagi sampai menjadi fans berat dari band metal asal Lampung ini.
Teman-teman saya yang orangnya sangat funky, gaul, dan gokil abisz (katanya), selalu menyukai musik yang rock 'n roll ternyata langsung luluh mendengar begitu puitisnya lirik Kangen Band. Bahkan mereka menyanyikannya setiap waktu dan setiap saat sepanjang hari. Di mana-mana lagu Kangen Band berdentum di setiap speaker. Mulai di atas mobil pribadi, angkot, tape biasa di setiap rumah, VCD, penjual CD bajakan, semuanya memutar lagu Kangen Band. Sampai begitu populernya sehingga tidak ada lagi tempat untuk melarikan diri dari Kangen Band.
Pernah suatu ketika saya naik angkot menuju kota Padang. Angkot tersebut penuh dan berdesak-desakan. Di tengah perjalanan, si sopir memutar lagu Kangen Band. Bayangkan apa yang terjadi. Animo penumpang begitu tinggi sekali sehingga mereka semua ikut bernyanyi meskipun dalam kondisi yang berdesak-desakan. Bahkan ada yang sampai menangis karena saking menghayatinya lirik Kangen Band yang sangat puitis itu.
Berbeda dari setiap orang yang ada di atas angkot tersebut, mood saya langsung anjlok mendengar lagu tersebut. Mental saya langsung down. Kepala saya panas, lutut saya gemetaran dan persendian saya menjadi layu. Kondisi ini diperparah dengan keadaan yang berdesak-desakan dan ventilasi yang kurang. Hal ini membuat saya stres berat.
Akhirnya setelah satu jam di atas angkot, sampailah saya di perbatasan kota Padang. Saya harus menyambung angkot lagi untuk menuju pusat kotanya. Di atas angkot ini si sopir tidak memutar musik apapun. Meskipun begitu, it's better than before.



